Keanggotaan

Sejak tahun 2006 Р2010, Kementerian Hukum dan Hak Azasi Manusia telah melantik sejumlah Konsultan Hak Kekayaan Intelektual di Jakarta. Selanjutnya para Konsultan Hak Kekayaan Intelektual tersebut berkomitmen untuk mendirikan satu asosiasi yang kemudian dikenal namanya menjadi Asosiasi Konsultan Hak Kekayaan Intelektual (AKHKI) yang mewadahi para konsultan hak kekayaan intelektual yang bertujuan memajukan peran konsultan hak kekayaan intelektual di dalam dan diluar negeri.

AKHKI adalah satu-satunya organisasi profesi HKI yang keanggotaannya bersifat individual dan eksklusif hanya untuk para Konsultan HKI, yaitu orang yang memiliki keahlian di bidang HKI dan terdaftar di Direktorat Jenderal HKI Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia RI. Ini berarti organisasi ini tidak beranggotakan semua pemangku kepentingan dalam dunia HKI lain yang telah kita kenal, yaitu B-I-G (Business, Intellectual, dan Government).

AKHKI pun merupakan wadah Konsultan HKI yang terbesar di Indonesia, yang jumlah anggotanya hingga saat ini sudah mencapai 228 orang (140 Angkatan Pertama dan 88 Angkatan Kedua). Dengan dasar keanggotaannya yang bersifat aktif (peminat mendaftarkan diri), AKHKI akan menjadi organisasi profesi HKI yang kuat, karena dilandasi motivasi dan partisipasi para Konsultan HKI yang secara sukarela melibatkan-diri ke dalam paradigma suatu organisasi.

Semua Konsultan HKI yang merupakan lulusan pelatihan HKI yang diselenggarakan Direktorat Jenderal HKI pada Angkatan Pertama (tahun 2006 di Universitas Indonesia, Jakarta), Angkatan Kedua (tahun 2010 di Universitas Indonesia, Jakarta), Angkatan Ketiga (tahun 2010 di Universitas Krisnadwipayana, Jakarta), (tahun 2010 di Universitas Airlangga, Surbaya) dan angkatan-angkatan berikutnya, diharapkan bergabung dalam organisasi ini, dalam rangka bukan saja untuk kepentingan internal Konsultan HKI (peningkatan kompetensi pribadi), melainkan juga untuk kepentingan eksternal Konsultan HKI (kemajuan sistem HKI nasional).